Gapura Cinta Negeri

Lajer, 07 Agustus 2019

Pembangunan Cinta Negeri ini dibangun di Kampung KB Dusun Kebonagung Desa Lajer Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Konsep yang diusung warga masyarakat dalam Pembangunan Gapura Cinta Negeri ini mengandung Konsep Utama yaitu Menyambut dan Turut Memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 pada Tanggal 17 Agustus 2019.

Adapun konsep lain dalam Pembangunan Gapura Cinta Negeri ini adalah untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan warga masyarakat serta bahu membahu bergotong-royong dalam menyambut dan memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 pada Tahun 2019 ini, dan untuk tahun-tahun berikutnya. Ini dibuktikan dengan semangat masyarakat dalam menciptakan karya dan inovasi demi meningkatkan sumber daya manusia, sosial dan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat.

Pembangunan Gapura Cinta Negeri di Desa Lajer ini dimaksudkan agar warga masyarakat senantiasa mengenang dan menghargai jasa-jasa perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan. Lebih dari itu, agar warga masyarakat di Indonesia pada Umumnya dan warga masyarakat di Desa Lajer Kecamatan Penawangan pada Khususnya, untuk bisa melanjutkan perjuangan meraih kemerdekaan ini dalam wujud saling menjaga Persatuan dan Kesatuan serta Budaya Gotong-royong.

Walaupun Pembangunan Gapura Cinta Negeri ini hanya memiliki unsur arsitektur yang sederhana dan bersifat Non Permanen, namun mengandung beberapa unsur lain yang diusung oleh warga masyarakat, yang di antaranya :

  1. Unsur Ekonomi

Warga masyarakat Desa Lajer mayoritas mempunyai mata pencaharian sehari-hari sebagai petani, pekebun dan pekerja bangunan, dengan penghasilan per bulan tidak menentu. Oleh karena itu, warga masyarakat setiap tahunnya hanya bisa melaksankan kegiatan peringatan hari kemerdekaan Indonesia secara sederhana. Namun semangat dan partisipasi warga masyarakat sangat tinggi dengan dibuktikan pembangun gapura cinta negeri ini walaupun hanya bersifat non permanen dan sederhana.

  1. Unsur Lingkungan

Meskipun Gapura ini bersifat Non Permanen, namun ada beberapa bagian yang masih membutuhkan bahan-bahan permanen, seperti beton untuk alas/tatakannya. Namun, warga masyarakat masih tetap mempertahankan pemanfaatan bahan-bahan alam yang berasal dari lingkungan sekitar sebagai bahan utama dalam pembuatan Gapura Cinta Negeri ini. Seperti kayu, bambu, daun kelapa, dll.

  1. Unsur Sosial Budaya

Warga Masyarakat sangat menjaga atau menguri-uri (dalam istilah jawa) adat istiadat dan sosial budaya yang ada. Ini dibuktikan dengan unsur arsitektur yang diterapkan dalam pembangunan gapura cinta negeri ini.

 

Author: Admin Lajer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *